Prolog
Senyumnya,
yang
hampir setiap hari kulihat. Perhatiannya yang selalu membuatku menyukainya.
Sifatnya yang lembut kepadaku, membuatku selalu merasa nyaman di dekatnya. Awalnya
aku merasa curiga, aku tidak mengetahui identitasnya sama sekali. Tetapi
kebaikannya. Kebaikannya membuat perasaan curiga itu hilang, sampai akhirnya
aku menyadari siapa dia.
Kedatangannya yang
tiba-tiba dan menghilang sangat cepat.
Kenapa dia pergi begitu
cepat?
Kenapa aku baru tahu
sekarang?
Rasanya
baru kemarin aku bertemu dengannya, dan sekarang harus berpisah. Aku tidak bisa
menghalanginya pergi walaupun aku sangat tidak ingin dia pergi. Aku harus
merelakannya. Ya, aku harus bisa.
Terimakasih
atas perhatian, kasih sayang, dan semua yang kau berikan selama ini. Jangan
pernah kau lupakan bintang itu, yang selalu bersinar terang untukmu. Semua yang
kauberikan kepadaku, terasa sangat nyata. Pergilah, aku memaafkanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar